Taman Sari - Istana Air Peninggalan Keraton Jogjakarta
Taman Sari Jogjakarta. Keraton Jogja pasti menjadi tujuan utama para wisatawan ketika berkunjung ke Jogjakarta karena menyimpan cerita sejarah Jogjakarta dengan tampilan budaya Keraton yang masih melekat.
Taman Sari juga tidak lepas dari cerita sejarah Keraton Jogjakarta. Keindahan dan keunikan bangunan di Taman Sari yang dulunya merupakan taman istana Keraton, selalu menarik perhatian wisatawan dan menjadikannya sebagai salah satu wisata populer yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Jogjakarta.
Kawasan Taman Sari
Taman sari terletak di Jalan Taman, Yogyakarta. Letaknya'pun dekat dengan Keraton, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari alun-alun utara keraton.
Taman Sari Jogja merupakan sebuah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dulu tempat ini merupakan tempat rekreasi keluarga kerajaan sekaligus benteng pertahanan yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I tahun 1758-1765 yang kini menjadi tempat wisata popular di Yogyakarta.
Baca : Benteng Vredeburg Jogjakarta - Museum Unik dengan Cafe Klasik
Bangunan yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kini luas Taman Sari Jogja berkurang drastis karena beberapa kompleknya sudah dijadikan pemukiman penduduk.
Halaman Taman Sari
Kompleks Taman Sari Jogja ada 4 bagian :
Bagian pertama adalah bagian utama Taman Sari Yogyakarta pada masanya. Terdiri dari danau buatan yang disebut “Segaran” dengan bangunan yang ada di tengahnya bernama “Pulo Kenongo” beserta bangunan kecil yang disebut “Tajug” dan taman di sekitar danau. Kini danau buatan tidak berisi air dan telah menjadi pemukiman padat yang dikenal dengan kampung Taman. Di sebelah setalan Pulo Kenongo ada pulau buatan lagi yang disebut Pulo Cemethi dan Pulo Panembung. Konon di tempat inilah Sultan bermeditasi. Di sebelah barat Pulo Kenongo terdapat bangunan berbentuk lingkaran yang disebut “Sumur Gumuling”. Bangunan berlantai 2 ini hanya bisa dimasuki melalui terowongan bawah air. Pada masanya tempat ini difungsikan sebagai masjid. Di bagian tengah bangunan yang terbuka ada empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang itu terdapat jenjang satu lagi yang menujuke lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang digunakan untuk berwudhu.
Kompleks kedua mempunyai beberapa bangunan yaitu Gedhong Gapura Hageng yang merupakan pintu gerbang utama di sebelah barat, dihiasi relief yang menggambarkan tahun awal pembangunan Taman Sari Jogja. Gedhong Lopak-lopak merupakan halaman bersegi delapan yang dulunya ada menara dua lantai yang kini hanya tersisa deretan pot bunga raksasa dan pintu yang menghubungkan dengan tempat yang lain. Umbul Pasiraman merupakan kolam pemandian bagi Sultan, istri dan putri-putrinya. Kompleks ini dikelilingi tembok yang tinggi.Dibagian utara ada bangunan yang digunakan untuk tempat berganti pakaian bagi para istri dan putri Sultan. Di bagian selatan ada menara yang digunakan Sultan untuk mengamati selir dan putrinya yang sedang mandi dibawah.Umbul Pasiraman mempunyaiy 3 buah kolam bernama Umbul Muncar, Blumbang Kuras dan Umbul Binangun yang berhiaskan air mancur berbentuk jamur. Gedhong Sekawan berupa halaman dengan empat buah bangunan sebagai tempat istirahat Sultan, Gedhong Gapura Panggung merupakan gerbang masuk utama pengunjung untuk masuk kompleks dan terletak di bagian timur. Bangunan bertingkat 2 ini mempunyai relief ular di dindingnya. Gedhong Temanten merupakan tempat penjagaan keamanan.
Kolam Pemandian
Bagian ke tiga yang merupakan Kompleks Pasarean Dalem Ledok Sari dan Kompleks kolam Garjitawati kini tidak meninggalkan bekas yang dapat dilihat.
Bagian ke empat juga merupakan bagian taman sari yang tidak tersisa kecuali bekas jembatan gantung dan sisa dermaga. Bekas jembatan masih disa dilihat walaupun jembatannya sudah lenyap.
Ukiran Tembok Taman Sari Yogyakarta
Sumur Gumuling
Tiket masuk ke Taman Sari Yogyakarta Rp.3.000 untuk wisatawan lokal dengan jam buka pukul 08.00 – 14.00. Anda akan menemui beberapa orang yang menawarkan jasa pemandu untuk wisata Taman Sari Yogyakarta ini karena untuk menuju ke bagian-bagiannya harus melewati pemukiman penduduk yang cukup membingungkan. Kadang mereka memandu tanpa diminta untuk menjelaskan sejarah mengenai ruangan-ruangan yang ada di Taman Sari Yogyakarta. Untuk pemandu ini mereka tidak mematok tarif dalam jumlah tertentu.
Keindahan arsitektur yang kuno membuat Taman Sari Jogja sangat mempesona. Tak jarang di lokasi wisata ini digunakan untuk foto prewedding. Pesona air yang bagus berpadu dengan tembok bergaya Eropa, Hindu, Jawa dan China menjadikan Taman Sari Jogja sebuah wisata sejarah yang patut untuk dikunjungi ketika berkunjung ke Yogyakarta.
sumber : http://manusialembah.blogspot.co.id/2015/06/wisata-taman-sari-yogyakarta_16.html?m=1



Tidak ada komentar:
Posting Komentar